Bahasa Pemrograman yang akan Anda pelajari adalah Java, yang relatif masih baru
14
(Sun merilis versi pertama pada bulan mei 1995). Java merupakan contoh bahasa
tingkat tinggi; bahasa tingkat tinggi lainnya yang mungkin pernah Anda dengar adalah
pascal, C, C++, dan FORTRAN.
Seperti yang Anda duga selain Bahasa Tingkat Tinggi ada juga Bahasa Tingkat Rendah.
Kadangkadang dikenal juga dengan bahasa mesin atau bahasa asembly. Dengan kata
lain komputer hanya dapat mengeksekusi program dalam bahasa tingkat rendah.
Sehingga program yang ditulis menggunakan bahasa tingkat harus diterjemahkan
terlebih dahulu sebelum dapat di Jalankan. Terjemahan ini akan memakan waktu dan
itulah sedikit kekurangan dari bahasa tingkat tinggi.
Akan tetapi keuntungannya sangat banyak, pertama, sangatlah mudah membuat
program dengan bahasa tingkat tinggi, mudah dalam arti program dapat dibuat dalam
waktu singkat, cepat dan mudah dibaca dan mudah untuk dikoreksi. Kedua, bahasa
tingkat tinggi bersifat portable, yang berarti bahwa bahasa tingkat tinggi dapat berjalan
diberbagai komputer yang berbeda dengan sedikit ataupun tanpa modifikasi. Bahasa
tingkat rendah hanya dapat berjalan pada satu macam komputer saja dan harus ditulis
ulang jika dijalankan pada komputer lainnya.
Dengan beberapa keuntungan ini, hampir semua program yang ditulis dengan
menggunakan bahasa tingkat tinggi. Bahasa tingkat rendah hanya digunakan untuk
aplikasi tertentu saja. Ada dua cara dalam menterjemahkan program; diterjemahkan
(intrepeter) atau di compile. Penterjemah (intrepeter) adalah sebuah program yang
membaca program tingkat tinggi dan menerjemahkan perintahnya. Sebagai efeknya,
program diterjemahkan per baris. Secara berurutan membaca baris dan melaksanakan
perintahnya.
15
Compiler adalah sebuah program yang membaca suatu bahasa tingkat tinggi dan
menterjemahkan semua sekaligus sebelum mengeksekusi perintah. Biasanya Anda
sering membuat program secara terpisah lalu mengeksekusi kodenya diakhir. Dalam
kasus ini program tingkat tinggi dinamakan source code dan terjemahan program
dinamakan object code atau executable.
Sebagai contoh sekiranya Anda menulis program dalam bahasa C. Anda mungkin
menggunakan teks editor untuk menulis program (teks editor adalah editor sederhana).
Ketika program selesai, Anda mungkin menyimpannya dalam sebuah file dengan nama
program.c, dimana “program” adalah nama file. Dan akhiran .c adalah convensi yang
menandai kode program dalam bahasa C.
Lalu, berdasarkan programming environment yang Anda sukai, Anda bisa
meninggalkan text editor dan menjalankan compilernya. Compiler akan membaca
source code anda, menterjemahkannya, dan membuat file baru yang bernama program.o
yang berisi kode objek atau program.exe yang executable.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar